"Tuhan menciptakan setiap kehidupan pasti ada manfaatnya, bahkan setan pun yang sangat jahat juga diciptakan Allah untuk menguji keimanann makhluknya, ya kan?"
Kalimat di atas saya kutip dari kakak saya, ketika mengomentari foto yang saya upload di Facebook (Foto "Parasit" di samping). Lantas apa hubunganya parasit dengan kalimat tersebut? Berawal dari teman yang bertanya apa manfaat dari parasit, (sedangkan kita tahu parasit adalah jenis tanaman yang "mengganggu" kehidupan tanaman lain), ada beberapa jawaban hingga munculah kalimat di atas. Buat saya kalimat tersebut sederhana, tapi "jeruu" (dalam) maknanya.
Saya memaknai kalimat diatas sebagai berikut: tidak ada satu-PUN hal di dunia ini yang tidak bermanfaat, dengan kata lain sudah sepantasnya kita mensyukuri segalanya, yang baik ataupun yang buruk sekalipun. Begitu juga dengan bangsa ini, sudah sepantasnya kita mensyukuri bangsa ini dengan segala yang dimilikinya. Sempat saya menanyakan kepada teman-teman di facebook, hal apa yang membuat kita mensyukuri bangsa ini, dan hasilnya? Masyarakatnya ramah, keluarga, manusianya, makanannya, dan ditutup oleh jawaban yang mewakili semua jawaban sebelumnya, yaitu "Semuanyalah.... lahir, sekolah,
gede, kerja, nikah, punya anak... semuanya di Indonesia...."
Jawaban mereka menunjukan banyak sekali hal yang membuat bangsa ini patut untuk disyukuri bukan? YA. Segalanya yang ada di Indonesia. SEGALANYA. Alam yang indah, budaya yang beraneka ragam, manusia yang lebih senang menanam padi daripada gandum (kekeluargaan) hingga koruptor yang semakin ke sini semakin banyak bermunculan...
Mensyukuri koruptor?
Ya kalian tidak salah membaca. Apa ada yang tidak setuju dengan pernyataan saya, bahwa koruptor juga hal yang harus kita syukuri? Tidak masalah, tapi beri waktu saya untuk menjelaskan pernyataan saya tersebut. Pertama, tidak ada kepastian bahwa kita lebih baik dari koruptor. Pikiran kita yang menyatakan kita lebih bersih dari koruptor bukan jaminan kita benar-benar lebih bersih dari koruptor bukan? Jika kita bisa mensyukuri diri kita kenapa tidak dengan koruptor? Lagi pula, sila pertama Pancasila yang berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa" sudah cukup mengingatkan kita bahwa yang Esa itu Tuhan, hanya Tuhan.
Kedua, koruptor sebagai pengingat. Kita malu ketika bangsa Indonesia sebagai negara bersih dari korupsi, menduduki tingkat ke 107 dari 177 negara, (berdasarkan Transparency International). Kenyataannya Bangsa ini malu bukan hanya karena koruptor, bukan? Masalah kemiskinan, maraknya pelecehan seksual, hingga kebiasaan undisciplined (tidak tepat waktu,membuang sampah sembarangan, mencontek) dll JUGA akan membuat bangsa ini malu. Koruptor sebagai pengingat agar kita tidak menjadi seperti mereka, membuat bangsa ini malu. Negara ini Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bangsa dengan ribuan pulau. Akan tetap bersatu tidak hanya dengan satu pengingat, tapi dengan segala pengingat yang mengingtkan kita.
Ketiga, koruptor sebagai motivasi. Motivasi agar kita mendidik dan membiasakan generasi penerus bangsa dengan hal baik. Bukan malah mencontohkan kebiasaan datang terlambat ke kantor, memotong gaji bawahan seenaknya tanpa alasan, memalsukan tanda tangan teman di daftar hadir, membuat anggaran yang tidak sewajarnya. Ya memotivasi generasi penerus bangsa, dengan terlebih dulu memotivasi diri sendiri menjadi lebih baik, agar layak sebagai "motivator". Bangsa ini memiliki suku dan budaya yang berbeda-beda dengan harapan akan selalu menjadi satu. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menemani langkah bangsa ini, dengan segala motivasi yang mengiringinya.
Keempat, koruptor adalah lawan tanding. Dalam sebuah pertandingan kita tidak mau dikalahkan lawan kita, ya kan? Begitu juga dengan hal ini. Jangan mau kita dikalahkan oleh kuruptor, mereka yang berjamaah, mereka yang terkoordinir, mereka yang rapi tapi kita JANGAN mudah dikalahkan. Jika anak-anak mengenal Kamen Rider untuk melawan kejahatan, bangsa ini memiliki UUD 1945. Hukum dasar untuk menumpas kejahatan termasuk koruptor. Kita harus lebih berjamaah, terkoordinir, rapi agar menang melawan koruptor.
Jika kita mau, masih banyak alasan yang menjadikan koruptor hal yang di syukuri. Kata syukur tak berhenti dengan hanya menerima, ada langkah untuk mengubah menjadi lebih baik dan baik lagi. 4 alasan tadi sudah cukup membuat kita berterimakasih kepada koruptor. Ya, berterimakasih sebagai langkah awal kita untuk mengantarkan Bangsa ini menjadi LEBIH baik. Baik di mata dunia dan makhluk di luar bumi ini. Mari kita syukuri setiap jengkal apa yang ada di Bangsa ini dengan melakukan hal yang baik. Menjaga, melestarikan hal baik, dan mengurangi hal buruk.
Jawaban mereka menunjukan banyak sekali hal yang membuat bangsa ini patut untuk disyukuri bukan? YA. Segalanya yang ada di Indonesia. SEGALANYA. Alam yang indah, budaya yang beraneka ragam, manusia yang lebih senang menanam padi daripada gandum (kekeluargaan) hingga koruptor yang semakin ke sini semakin banyak bermunculan...
Mensyukuri koruptor?
Ya kalian tidak salah membaca. Apa ada yang tidak setuju dengan pernyataan saya, bahwa koruptor juga hal yang harus kita syukuri? Tidak masalah, tapi beri waktu saya untuk menjelaskan pernyataan saya tersebut. Pertama, tidak ada kepastian bahwa kita lebih baik dari koruptor. Pikiran kita yang menyatakan kita lebih bersih dari koruptor bukan jaminan kita benar-benar lebih bersih dari koruptor bukan? Jika kita bisa mensyukuri diri kita kenapa tidak dengan koruptor? Lagi pula, sila pertama Pancasila yang berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa" sudah cukup mengingatkan kita bahwa yang Esa itu Tuhan, hanya Tuhan.
Kedua, koruptor sebagai pengingat. Kita malu ketika bangsa Indonesia sebagai negara bersih dari korupsi, menduduki tingkat ke 107 dari 177 negara, (berdasarkan Transparency International). Kenyataannya Bangsa ini malu bukan hanya karena koruptor, bukan? Masalah kemiskinan, maraknya pelecehan seksual, hingga kebiasaan undisciplined (tidak tepat waktu,membuang sampah sembarangan, mencontek) dll JUGA akan membuat bangsa ini malu. Koruptor sebagai pengingat agar kita tidak menjadi seperti mereka, membuat bangsa ini malu. Negara ini Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bangsa dengan ribuan pulau. Akan tetap bersatu tidak hanya dengan satu pengingat, tapi dengan segala pengingat yang mengingtkan kita.
Ketiga, koruptor sebagai motivasi. Motivasi agar kita mendidik dan membiasakan generasi penerus bangsa dengan hal baik. Bukan malah mencontohkan kebiasaan datang terlambat ke kantor, memotong gaji bawahan seenaknya tanpa alasan, memalsukan tanda tangan teman di daftar hadir, membuat anggaran yang tidak sewajarnya. Ya memotivasi generasi penerus bangsa, dengan terlebih dulu memotivasi diri sendiri menjadi lebih baik, agar layak sebagai "motivator". Bangsa ini memiliki suku dan budaya yang berbeda-beda dengan harapan akan selalu menjadi satu. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menemani langkah bangsa ini, dengan segala motivasi yang mengiringinya.
Keempat, koruptor adalah lawan tanding. Dalam sebuah pertandingan kita tidak mau dikalahkan lawan kita, ya kan? Begitu juga dengan hal ini. Jangan mau kita dikalahkan oleh kuruptor, mereka yang berjamaah, mereka yang terkoordinir, mereka yang rapi tapi kita JANGAN mudah dikalahkan. Jika anak-anak mengenal Kamen Rider untuk melawan kejahatan, bangsa ini memiliki UUD 1945. Hukum dasar untuk menumpas kejahatan termasuk koruptor. Kita harus lebih berjamaah, terkoordinir, rapi agar menang melawan koruptor.
Jika kita mau, masih banyak alasan yang menjadikan koruptor hal yang di syukuri. Kata syukur tak berhenti dengan hanya menerima, ada langkah untuk mengubah menjadi lebih baik dan baik lagi. 4 alasan tadi sudah cukup membuat kita berterimakasih kepada koruptor. Ya, berterimakasih sebagai langkah awal kita untuk mengantarkan Bangsa ini menjadi LEBIH baik. Baik di mata dunia dan makhluk di luar bumi ini. Mari kita syukuri setiap jengkal apa yang ada di Bangsa ini dengan melakukan hal yang baik. Menjaga, melestarikan hal baik, dan mengurangi hal buruk.
#CATATAN KEBANGSAAN #CATATANKEBANGSAAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar